Reportase
NAMA :
ANDIKA WISNU PRADIPTA
NIM :
6101415111
ROMBEL :
PJKR D 2015
MATA KULIAH :
SPORT JURNALISTIK

PENANTIAN
PANJANG MASUK PARTAI FINAL PSA TAWANG CUP
2018
Setelah
tiga kali mengikuti turamen sepak bola antar kampung PS Putra Cahaya akhirnya mendapatkan juara satu di PSA TAWANG CUP KE III 2018, di desa Kedu Kec. Kedu. Kab Temanggung, usai mengalahkan tim tuan rumah
PS Elang Sakti lewat babak adu
penalti.
Sejak
mengikuti turnamen antar kampung atau tarkam PS Putra Cahaya
tidak pernah mendapatkan gelar juara yang di inginkan, pada tahun 2016 dan 2017
PS Putra Cahaya ikuti
berpartisipasi dalam turnamen PSA TAWANG CUP KE III di Desa Kedu Kec. Kedu. Kab. Temanggung, tetapi mereka gagal
menampilkan permainan yang terbaik sehingga mereka hanya mampu menduduki
peringkat ke tiga, “kala itu kita baru ikut turnamen lagi setelah sekian lama,
sehingga permainan tidak maksimal dan para pemainpun masih seadanya, sehingga
kami gagal di turnamen PSA TAWANG CUP KE II,” ujar Eko mantan pelatih PS Putra
Cahaya.
Pada
tahun 2018 PS Putra Cahaya kembali mengikuti turnamen PSA TAWANG CUP KE III, mereka mempersiapkan
segalanya supaya tidak mengecewakan semua masyarakat Putra Cahaya, “pada
turnamen kemarin kami mempersiapkan segalanya, mulai dari tim pelatih, pemain,
dan program latihan yang terstruktur, terutama perbaikan fisik para pemain yang
mudah lelah saat pertandingan sehingga kami lebih siap untuk mengikuti turnamen
selanjutnya,” ujar Eko
pelatih PS Putra Cahaya.
Di fase
penyisihan grup,
tim PS Putra Cahaya kembali berada di grup C yang notabennya sering kesulitan
apabila berada di grup tersebut, satu grup dengan SSB PSA TAWANG, Waru FC, dan
PS Batunyana, membuat pelatih dan pemain termotivasi untuk lolos ke babak
selanjutnya dan menghapus pengalaman buruk apabila berada di grup C, “kami
sangat optimis lolos meski akan sulit untuk memenangkan laga tersebut,” ujar
Dimas pemain Ps Putra Cahaya.
Pertandingan
pertama antara PS
Putra Cahaya VS SSB PSA TAWANG dengan skor 2-1 dengan
kemenangan PS Putra Cahaya, meski kebobolan terlebih dahulu di menit-menit awal
tetapi mereka berhasil membalikan kedudukan menjadi 2-1 lewat gol Bahtiar dan
Dimas di pertengahan babak kedua, pertandingan berikutnya PS Putra Cahaya
kembali memetik kemenangan dengan berhasil mengatasi perlawanan PS Batunyana
dengan skor 4-0, dengan hasil ini dapat di pastikan PS Putra Cahaya otomatis
lolos daru fase grup karena berhasil menang dua kali dalam dua kali
pertandingan dengan mengoleksi 6 poin,
Di
partia terakhir PS Putra Cahaya menjamu Waru Fc, laga ini sudah tidak lagi
menentukan untuk PS Putra Cahaya karena mereka sudah otomatis lolos ke fase
selanjutnya, tetapi laga ini menjadi partai hidup mati untuk Waru Fc, apabila
mereka kalah maka harapan untuk lolos ke delapan besar akan pupus, sehingga tim
lawan akan bermain mati-matian demi meraih kemenangan ataupun hasil seri sudah
cukup untuk melaju ke fase selanjutnya. pertandingan berjalan dengan sangat seru dan panas,
karena laga ini juga laga gengsi untuk kedua tim, bahkan sempat terjadi
kerusuhan antara kedua supporter di luar lapangan saat pertandingan hampir
selesai. Kedua tim harus rela berbagi
satu point, dengan demikian ini PS Putra Cahaya berhak keluar sebagai juara
grup dengan dua kemenangan dan satu seri, dan di ikuti Waru Fc di posisi kedua.
Di babak
delapan besar PS Putra Cahaya bertemu Merpati Putih Fc, pertandingan berjalan
sangat seru, kedua tim saling jual beli serangan, hingga peluit panjang di
bunyikan kedua tim tidak mampu mencetak goal, pertandinganpun langsung
dilanjutkan ke babak adu penalti, di babak ini, tiga tendangan pemain Merpati
Putih FC berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Wisnu, sedangkan PS Putra Cahaya
berhasil mengekseskusi semua tendangan penalti, skor 3-0 untuk kemenanagan PS Putra Cahaya.
“saya sangat senang karena berhasil menggagalkan semua tendangan penalti dari lawan
dan yang paling penting saya bisa mengantarkan tim saya ke babak semifinal,”
terang Wisnu
penjaga gawang PS Putra Cahaya.
Permainan
bagus Wisnu
mendapat sanjungan dari pelatihnya “dia sangat bagus dalam membaca arah
tendangan lawan, dia sangat kalem dalam pertandingan membuat saya tenang dan
tidak khawatir selama pertandingan, semoga dia bisa mempertahankan permainan
terbaiknya untuk babak semifinal nanti,” ujarnya.
Di
semifinal PS Putra Cahaya kembali berjumpa Waru Fc, kedua tim pernah bertemu di
penyisihan grup C yang kala itu pertandingan berakhir dengan skor 1-1, di fase
ini mereka kembali saling berhadapan demi mendapatkan tiket final PSA TAWANG
CUP KE III,
hal ini membuat kedua tim saling termotivasi, karena laga ini bukan sekedar
laga semifinal biasa, banyak konflik internal dan gengsi yang membuat laga ini
akan berjalan dengan sangat seru, hal ini tidak di pungkiri oleh pelatih PS Putra
Cahaya “laga ini bukan sekedar permaianan sepak bola saja karena di setiap
pertandingan melawan Waru Fc ada harga diri dan gengsi yang harus di
pertaruhkan oleh karena itu kami harus menang melawan mereka, saya dan para
pemaian akan melakukan yang terbaik demi meraih kemenangan,”. Saat ditanya
persiapan untuk laga tersebut, pelatih hanya memberikan banyak motivasi kepada
pemain dan untuk program latihan masih seperti biasa “untuk persiapan laga
semifinal saya hanya memberikan motivasi kepada para pemain supaya mereka lebih
semangat untuk bertanding dan untuk program latihan masih seperti biasa yang
kita lakukan.
Pertandingan antara PS Putra Cahaya
VS Waru Fc kembali berjalan sangat sengit, kedua tim bermain sangat ngotot dan
permainan keraspun tak terelakan, sehingga menimbulkan kerusuhan kecil di dalam
dan di luar lapangan membuat jalannya pertandingan sedikit tersendat, hingga
babak pertama berakhir skor masih sama kuat 0-0, di babak kedua mereka masih
menerapkan permainan cepat dan ngotot, meski satu sampai dua peluang tercipta
untuk kedua tim namun mereka gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol,
sehingga pertandinganpun kembali harus di selesaikan di babak adu penalti. Di
babak ini tidak kalah sengit dan menegangkan, dari enam penendang PS Putra
Cahaya ada dua yang berhasil di eksekusi, sementara itu Waru FC hanya satu dari
enam penendang yang berhasil menjadi gol, hal ini membuat pelatih ps Putra
Cahaya sangat senang bukan main.
“saya
sangat senang dan bersyukur karena di beri kemenangan yang sangat berarti buat
kami semua,” dan saat ditanya untuk laga final pelatih PS Putra Cahaya menanggapi dengan
santai “untuk final kami tidak menargetkan juara, dari awal target kita bisa
bermain di final, apabila juara itu adalah bonus dari kerja keras kita semua,”
tambahnya. Dengan kemenangan 2-1 ini PS Putra Cahaya berhak lolos ke semifinal PSA
TAWANG CUP KE III
yang sudah di nanti sangat lama oleh para pemain, pelatih, dan masyarakat Putra
Cahaya, di partai final mereka akan bertemu tim tuan rumah PSA TAWANG setelah
mengalahkan Kedawung Fc dengan skor 1-0.
Laga final PSA TAWANG KE III ini PS Putra Cahaya
akan melawan tim tuan rumah yang memiliki permaianan bagus di tambah dukungan
supporter yang fanatik sehingga para pemain PS PSA TAWANG akan semakin
termotivasi untuk bisa juara di hadapan suporternya sendiri. Namun dari PS Putra
Cahaya juga memiliki permainan yang bagus dan sama-sama memiliki supporter yang
fanatik, tim tamu juga bertekad mempermalukan tuan rumah di hadapan suporternya
sendiri, sehingga laga ini akan berjalan sangat seru dan menarik,
Sebelum
laga final ini di mulai suasana di stadion Makukuan sudah sangat ramai
dengan berbagai teriakan dan nyanyian oleh kedua supporter untuk mendukung tim
kesayangan mereka. Setelah peluit babak pertama di mulai kedua tim bermain
sangat hati-hati supaya tidak kebobolan di menit-menit awal, di pertengahaan
babak pertama PS PSA TAWANG mendapatkan peluang lewat tendangan Bagas namun sepakannya
masih melambung tinggi sehingga gawang Wisnu masih aman, hingga babak pertama berakhir
skor masih 0-0, di babak kedua pertandingan semakin sore semakin ramai dengan banyaknya
peluang tercipta oleh kedua kesebelasan, di menit-menit akhir babak kedua
hampir saja tim tamu berhasil mencetak gol lewat sepakan Umar dari dalam kotak
penalti yang membuat supporter tuan rumah terdiam sekejap, namun sangat disayangkan
tendangannya masih membentur tiang gawang dari PS PSA TAWANG, hingga peluit
babak kedua dibunyikan tidak gol yang tercipta untuk kedua tim, Pertandinganpun kembali berakhir dengan skor
0-0, sehingga laga ini harus di selesaikan lewat adu penalti untuk menentukan
siapa yang akan menjadi juara di turnamen PSA TAWANG CUP KE III ini.
Di babak adu penalti kali ini PS Putra Cahaya bisa menggulang kemenangan
dari dua pertandingan sebelumnya, dari lima penendang hanya satu yang tidak bersarang di gawang lawan,
tim berhasil mengekseskusi empat
tendangan penalti dari lima penendang, mereka pun menang
dengan skor 4-3 yang membuat PS Putra Cahaya berpesta dikandang lawan.
Hal ini juga membuat kapten dari PS Putra
Cahaya termotivasi untuk bisa juara lagi di
tahun depan “saya selaku kapten dari ps Putra Cahaya berterima
kasih sebanyak
banyaknya kepada para supporter dan seluruh masyarakat Putra Cahaya karena saya
dan teman teman bisa memberikan
gelar juara pertama, dengan hasil ini saya termotivasi dan saya berjanji untuk
tahun depan akan berusaha memberikan yang terbaik untuk semua supporter dan
masyarakat yang selalu mendukung kami di setiap pertandingan,” kata Hery.
Seusai
laga tersebut, seluruh tim dan masyarakat Putra Cahaya melakukan konvoi dan
makan malam bersama untuk merayakan hasil yang didapat oleh ps Putra Cahaya di
turnamen PSA TAWANG CUP KE III,
ekpresi seluruh punggawa dan masyarakat terlihat sangat senang dan gembira.
Keesokan
harinya seluruh punggawa PS Putra Cahaya menuju kerumah Kepala Desa untuk
memberikan trofi kepada Kepala Desa Putra Cahaya sebagai ucapan terima kasih
atas dukungannya selama pertandingan dan meminta do’a supaya di tahun yang akan
datang bisa memberikan hasil yang terbaik untuk semua masyarakat Putra Cahaya.
Komentar
Posting Komentar