Di Semarang, David Beckham Belajar Ucapkan Bahasa Jawa 'Rapopo'
Di Semarang,
David Beckham Belajar Ucapkan Bahasa Jawa 'Rapopo'
Ryan Rifaldi
Ryan Rifaldi
6101415086 PJKR C
TRIBUNJOGJA.COM - Sri Pundati yang biasa disapa Sripun (15) tak pernah menyangka akan ditemui pesepak bola legendaris David Beckham.
Beckham datang bersama rombongan
Unicef menemui Sripun dan teman-temannya di sekolahnya di SMP Negeri 17
Semarang untuk mendukung kegiatan mereka dalam mengampanyekan anti-bullying
(perundungan) di sekolah dan di lingkungan sehari-hari mereka.
Nama Sripun lalu mendadak tenar.
Pasalnya, fotonya bersama Beckham diunggah sang bintang di akun Instagram
miliknya.
Beckham menyebutnya agen perubahan
untuk melawan perundungan.
Beckham, lanjut Sripun, bertanya kepada dirinya tentang partisipasinya sebagai agen perubahan itu.
Beckham, lanjut Sripun, bertanya kepada dirinya tentang partisipasinya sebagai agen perubahan itu.
Suami VIctoria Beckham itu ingin
tahu perubahan yang dapat dilakukannya, cita-citanya, lalu caranya bergabung sebagai
agen perubahan anti-perundungan itu.
“Beckham itu orangnya lucu, dia
humoris,” ucap Sripun.
Di sekolah, Beckham tidak hanya mendengar
cerita. Dia juga bermain bola bersama anak-anak dan tentu saja unjuk kebolehan
memainkan si kulit bundar.
Belum selesai kaget karena
dikunjungi Beckham di sekolah, Sripun lagi-lagi terkejut karena Bekcham ingin
mengunjungi rumahnya di Jalan Jangli Gabeng, Jangli, Semarang, Jawa Tengah.
Di rumah Sripun, Beckham
bercengkerama dengan Sripun dan keluarganya.
Menurut Sripun, suasana lebih
hangat dan mereka berkali-kali tertawa terbahak-bahak.
Sripun lalu bercerita mengajari
Beckham sedikit bahasa Jawa. Hanya dua kata, tetapi cukup membuat Beckham
tergelak.
“Dia (Beckham) tak ajari bahasa
Jawa. Dia bilang, rapopo (tidak apa-apa) sama matursuwun (terima kasih). Dia
lalu tertawa,” ucap putri pasangan Sarjono dan Yunani itu.
Mereka lalu kembali berfoto-foto.
Kesempatan itu tak dilewatkan pula oleh keluarganya.
"Foto-foto di ruang tamu (rumah)," tambah Sripun.
Curhat Beckham Di ujung pertemuan,
Beckham memberi semangat kepada Sripun untuk tidak berhenti belajar dan juga
mengampanyekan anti-perundungan.
Semangat itu ditularkan Beckham
dengan bercerita soal masa kecilnya yang pernah mengalami perundungan dari
tetangga soal impian menjadi pemain bola.
Beckham lalu membuktikan bahwa
cibiran tetangganya tidak terbukti. Dia lalu bekerja keras hingga mampu
menembus skuat Manchester United.
"Beckham cerita waktu
kecilnya, dia punya cita-cita tinggi ingin jadi pemain bola. Lalu, dibilangin
tetangga saat usia 14 tahun enggak bisa. Lalu, dia membuktikan bisa jadi pemain
bola," ucap Sripun saat ditemui Kompas.com di sekolahnya, Rabu
(28/3/2018).
Setelah puas mengobrol di rumah
Sripun, Beckham menuju rumah Ego Krisna Yulianto, salah satu siswa SMPN 17
lainnya di wilayah Pancursari, Tembalang.
Sama dengan Sripun, Ego juga
merupakan agen perubahan program anti-perundungan di sekolah mereka.
Kepala SMPN 17 Semarang Hariyanto mengatakan, Sripun dan Ego adalah dua anak yang aktif dalam program anti-perundungan di sekolah yang dikembangkan bersama Unicef.
Sripun menjadi pemimpin tim.
Hariyanto yakin, kedatangan Beckham ke sekolahnya memberi semangat dan
kepercayaan diri yang lebih kepada para siswanya. Apalagi, menurut dia, Beckham
sangat ramah dan mau bermain dengan anak-anak.
“David terlibat ikut anak. Kami
guru di luar dan tidak ikut campur. Ada 40 anak agen perubahan, nyanyi, berdiskusi.
Dia (Beckham) betul-betul masuk dalam acara itu dan menikmati. Habis itu, dia
lihat anak main sepak bola, dia ikut bermain,” ujar Hariyanto.
Pihak sekolah juga tahu, Beckham
mendatangi rumah Sripun dan Ego. Namun, mereka tidak ikut.
Hariyanto berharap agar kedatangan
Beckham mampu menumbuhkan sikap positif tidak hanya bagi siswanya, tetapi juga
siswa di seluruh Indonesia, untuk melawan perundungan sehari-hari.
“Orang hebat seperti Beckham saja
peduli pada bullying. Masa kita tidak,” ucapnya. (*)

Komentar
Posting Komentar