PENGERTIAN PERS
Pers atau media massa
adalah sekumpulan kegiatan jurnalistik untuk mencari sebuah informasi dan
disiratkan kedalam kata yang tercetak dikertas yang harus disusun, diolah,
dikumpulkan dalam bentuk berita. Berita tersebut mengandung isi kejadian peristiwa
dari kabar duka (kecelakaan), politik, perdagangan, humor dan kabar-kabar lain
yang mepunyai kandungan nilai-nilai positif
Menurut Beberapa Ahli :
1. KUSTADI SUHANDANG
Pers
adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan
menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah,
dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya
2. RADEN MAS DJOKOMONO
Pers
adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar.
Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan
hak hak bangsa indonesia masa penjajahan belanda
3. KAMUS UMUM BAHASA INDONESIA
3. KAMUS UMUM BAHASA INDONESIA
Pers
berarti:
a) Alat
cetak utuk mencetak buku atau surat kabar
b) Alat
untuk menjepit atau memadatkan
c) Surat
kabar dan majalah yang berisi berita
d) Orang
yang bekerja di bidang persurat kabaran
4.
R EEP SAEFULLOH FATAH
Pers
merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan
mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan
legitimasi pemerintah
5. OEMAR SENO ADJI
a) Pers
dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau
berita-berita dengan kata tertulis
b) Pers
dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya sumua media mass communications
yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis
maupun dengan lisan.
Semua mengatakan dan para ahli sejarah pers atau media massa juga
mengatakan bahwa pers sudah ada sejak dahulu kala. Awal mulanya muncul pers
tidak jauh dari jurnalistik yang senantiasa merujuk pada “ARCA DIURNA” pada Zaman
Romawi kuno masa pemerintahan Kaisar Julus Caesar (59 SM). Sejumlah catatan
sejarah menyebutnya sebagai jurnal (Papan Pengumuman), diyakini oleh para ahli
bahwa arca diurna produk jurnalistik
pertama atau surat kabar harian pertama di dunia yang ditulis tangan. Julus Caesar
pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”
Sejarah menyebutkan bahwa
pencetus pers pertama adalah bangsa Romawi, koran edisi cetak sendiri ternyata
tak muncul disana untuk kali pertama. Koran edisi cetak pertama muncul dan
dikenal di Cina, bernama Di Bao (Ti Bao) terbit sekitar tahun 700-an. Bentuk
pers cetak Di Bao tidaklah sebagus seperti sekarang yang biasa kita jumpai,
melainkan dalam bentuk balok kayu yang dipahat. Hurufnya pun aksara Cina. Dan
para ahli pun sepakat bahwa Di Bao adalah sebagai koran pertama di dunia yang sudah cetak
Di Bao koran pertama di
dunia yang sudah di cetak, bentuknya pun sangat sederhana, masih berupa
lembaran berita dengan hurufnya yang masih kasar yang disebut oleh orang Cina
newssheet beda dengan bentuk sekarang yang lembaran-lembaran halaman.
Dari sisi isi dalam koran
Di Bao banyak berkaitan dengan bisnis serta pedagang Eropa. Dan koran
berikutnya, Notize Scritte yang terbit
di venesia, italia. Koran lembaran dipasang di tempat umum. Membacanya pun
warga harus membayar 1 gazzeta.
Dari sinilah era koran mulai
membaik dengan awal debut gazzeta yang disebut sebagai perkembangannya koran,
lantas menyusulnya penemuan mesin percetakan koran oleh Johan Gutenbergh pada
pertengahan abad XV. Penemuan mesin ini pun membuat mudah proses produksi
terbitnya koran-koran di Eropa. Lembaran berita yang terbit tidak teratur dan
memuat cuma satu peristiwa yang saat itu sedang terjadi.
Koran berkala muncul
tahun 1609 dengan terbitnya mingguan Avisa Relation Oder Zeitung di Jerman.
Berikutnya terbit pula Frankfurter Journal 1615, sampai kemudian lahir Leipzeiger
Zeitung 1660, Jerman pun dari mingguan menjadi harian, inilah koran harian
pertama.
Koran lainnya yang
kemudian muncul adalah The London Gazette yang terbit di Inggris tahun 1665.
Koran harian di Inggris yang pertama terbit secara harian adalah The London
Daily Courant 1702
SEJARAH PERS DI INDONESIA
Menurut pakar ahli
sejarah, pers di indonesia dimulai sejak di bentuknya kantor berita ANTARA
didirikan tanggal 13 desember 1937 sebagai kantor berita perjuangan dalam rangka
perjuangan merebut kemerdekaan indonesia seperti perkataan arti pers dari “Raden
Mas Djokomono”
Kantor berita antara
didirikan oleh Soemanang di usia 29 tahun, A.M. Sipahoentar 23 tahun, Adam Malik
20 tahun, dan Pandu Kartawiguna 20 tahun. Adam Malik pada usia 21 tahun
dimintai ambil alih sebagai pemimpin antara. kemudian adam malik tokoh penting
dalam memberitakan Proklamasi Kemerdekaan indonesia. Karena progres adam malik
yang membaik setelah menduduki jabatan ketua kantor berita Antara, ia lalu diangkat
sebagai Menteri Perdagangan, Duta Besar, Menteri Utama Bidang Politik, Menteri
Luar Negeri, Presiden Majelis Umum PBB, Ketua DPR/MPR dan Wakil Presiden.
Sekian, semoga bermanfaat

Komentar
Posting Komentar