Berkurangnya Peminat UKM Sepak Bola UNNES akibat kurangnya SDM dan Dukungan dari Kampus dalam Kompetisi


Nama  : Mochammad Novian Isdiyanto
Nim     : 6101415113

Berkurangnya Peminat UKM Sepak Bola UNNES akibat kurangnya SDM dan Dukungan dari Kampus dalam Kompetisi

Banyak Mahasiswa dari berbagai daerah baik provinsi maupun nasional, yang mempunyai potensi cukup bahkan diatas rata – rata dalam dunia olahraga terutama di bidang persepak bolaan.
Dari tahun 2012 UKM sepak bola UNNES banyak yang mengikuti dan mendapatkan prestasi diberbagai tingkat kejuaraan.
Dengan berjalannya waktu, UKM sepak bola UNNES semakin menurun peminatnya. Contohnya, di tahun 2016 banyak kejuaraan yang ada, akan tetapi SDM yang dimiliki UNNES ikut membela tim dari kampus lain. Hal ini terjadi diakibatkan mahasiswa UNNES memiliki kendala pada “keuangan”. Di kampus UNNES mahasiswa tidak mendapatkan uang saku setelah berlatih ataupun setelah bertanding.
Pada tahun 2017 UKM sepak bola UNNES bisa dibilang fakum, karena tidak memiliki SDM sama sekali. Kebanyakan mahasiswa lebih memilih ikut gabung dengan UKM sepak bola di kampus lain daripada di kampus sendiri dikarenankan tidak adanya SDM tersebut. Sekalipun ada, yang mengikuti hanya dengan club divisi 3 maupun 2.
Menurut saya, sebaiknya atasan kampus melihat dan mendukung potensi yang dimiliki mahasiswa UNNES dengan membantu menyediakan SDM yang ada didalam kampus UNNES, serta memberikan uang saku atau bonus kepada mahasiswa setelah mengikuti pertandingan. Selain itu juga mensupport atau mendukung UKM keolahrgaan disetiap kompetisi yang ada. Karena, yang menjadi masalah dalam hal ini ada beberapa kompetisi dan beberapa undangan yang didapat, namun ditahan oleh pihak kampus tanpa memberitahu ketua UKM maupun pelatih dari UKM sepak bola itu sendiri.
Dengan hal ini harapannya untuk kemajuan UKM sepak bola kedepan adalah mampu mengeluarkan bibit – bibit persepak bola yang berpotensi baik dan memiliki daya saing yang kuat dengan kampus – kampus lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini

Di Semarang, David Beckham Belajar Ucapkan Bahasa Jawa 'Rapopo'