feature



NAMA : RIZKY ANUGRAHA IRIANDA
NIM : 6101415091



Gantinya profesi rizky anugraha irianda dari atlet ke-non atlet


Kendal- rizky anugraha irianda sesosok lelaki tampan, memiliki badan atletis, kulit sawo matang, tinggi 173 cm tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, biasa di panggil rizky itulah sapaan akrabnya,

Rizky  sekarang menempuh ilmu Sarjana pendidikan diuniversitas ternama dijawa tengah UNNES (Universitas Negeri Semarang) di fakultas  ilmu keolahragaan jurusan pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi (PJKR) menjgijak semester 6. Rizky merupakan atlet atletik dari kendal dinomer lapangan yaitu lempar cakram. Atlet lempar cowok di kendal merupakan hanya rizky seorang dimasanya. Dan rizky mempunyai tujuan untuk membawa nama baik kendal di bidang atletik cabor lempar.

Sepak terjang karir rizky sendiri tidak begitu membaik di akhir-akhir ini dan memastikan untuk berhenti di dunia atlet. Keberhentian rizky sendiri di karenakan faktor sering terjadinya cidera dan perfoma semakin menurun tidak pernah membaik. Perjuangan rizky sendiri sangat berat, lawan-lawannya sangat berat baginya. Pasalnya rizky sendiri terlambat ikut di dalam dunia atlet cabor lempar cakram yang seharusnya didikan di usia dini udah latihan, namun rizky memulai ikut di awal masuk SMA dengan jarak tempuh rumah dan stadion jauh menjadikan kendala latihan di waktu itu.
Unnes, rizky memasuki bangku kuliah tahun 2015 setelah menempuh bangku SMA rizky melabuhkan minatnya dan mengembangkan hobbinya di dunia olahraga, di universitas ternama jawa tengah unnes adalah universitas yang didalamnya membuka fakultas olahraga, rizky melanjutkan karirnya sebagai atlet atletik di unnes dengan pelatih juga mempunyai pengalaman yang hebat serta alatnya pun baik.

Rizky latihan diunnes dengan berbagai macam atlet disana, pengalaman pun di dapatkan di unnes terbukti dengan semakin membaiknya rizky dalam latihan dari porsi fitnes dan lemparnya. Kabar itu pun tidak lama di dengar mungkin karena terlalu mengejar target lawan yang juga belom terlampaui  membuat rizky cidera di bagian pantatnya yang merasa nyeri. Akhir dari perjalanan rizky cidera melanda dan porsi latihan pun menurun tak lama membaik dan cidera lagi membuat rizky mengalami gangguan spikis dan mental.

Waktu bergulir, hari berganti dan kuota untuk rizky di ajang perlombaan membela kendal tidak ada lagi karena semakin memburuknya perfoma. Rizky pun mulai malas dalam latihan menjadikan semakin menambah parahnya situasi.

Tak perlu waktu lama Rizky pun melihat dicabor renang, membranikan diri membuka les privat renang bukan menjadi atlet namun menjadi guru privat dimana dapat membantu perekonomian orang tua. Kuliah diunnes membuat rizky tidak harus fokus didalam karir atlet melainkan bisa juga membagi ilmu yang sudah didapat di unnes ke anak atau orang yang membutuhkan seperti renang, menurut rizky “tak selamanya kita akan terus berkarir, ingatlah umur dan daya tahan kesehatan kita”. Dengan bergantinya profesi rizky dari atlet ke non-atlet membuat rizky tidak terlalu bersedih yang dulu sangat terpukul karena sudah gugur harapannya tidak bisa membuat bangga nama kendal, namun dengan pindahnya di renang rizky pun menaruh harapannya kepada anak-anak generasi muda dengan semangat yang tinggi dalam membagi ilmu walaupun tidak menjadi atlet namun dapat bermanfaat dengan bisanya berenang. “jika saya masih aktif di atlet maka hanya orang tertentulah yang bisa saya bagi ilmu saya, namun jika saya di renang sangat banyak orang yang membutuhkan ilmu saya walaupun hanya sekedar bisa bukan mendidik menjadi atlet namun kepuasan hati sangat melebihi itu semua “ menurut  rizky anugraha irianda.

Pesan dari rizky anugraha irianda “membanggakan nama daerah apalagi negara itu sangat menjadi kebanggaan tersendiri, kegagalan dan keberhasilan  pasti sudah menungggu kita di depan. Jika kamu gagal jangan malu dan kabur dari kenyataan ini, lakukan trus dan ulangi lagi perjuanganmu sampai keberhasilanmu datang. Namun ketika kamu sudah malas untuk mengulanginya lagi maka carilah kegiatan yang bermanfaat bagi orang disekitarmu jika ada orang bilang kamu bisa apa ? apa yang sudah kamu berikan bagi bangsa dan daerahmu sendiri ? jangan gentar, itu semua hanya kertas dan besi yang nantinya akan hilang kemakan waktu, yang harus kamu lakukan adalah didiklah generasi muda indonesia dengan ilmu yang sudah kamu dapat tularkan ke anak-anak generasi muda, itu lebih dari cukup mulia untuk negaramu”

rizky atlet kendal yang berganti profesi  menjadi guru privat  renang mendedikasikan waktunya untuk membangun generasi muda dan menguburkan tekatnya sebagai atlet yang hebat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini

Di Semarang, David Beckham Belajar Ucapkan Bahasa Jawa 'Rapopo'